Tujuh
September 06, 2021Buat Leani Ratri Oktila
Tujuh. Panjang tulangnya yang gugur.
Sejenak bintang-bintang asanya terasa mati
Tapi ia tidak mau takluk dan berhenti lari
Dengan warna lain kejoranya hidup kembali
Lebih cantik, lebih berapi.
Tujuh. Tahun-tahun keemasan.
Bawa nama tanah air di punggungnya
Menggapai tiga cahaya sudah jadi hal biasa
Namun hanya secuil yang hiraukan juangnya
Tak apa, ia masih maju sepenuh jiwa.
Tujuh. Angka yang ditunjuk jarum jam.
Ketika ia kibarkan pusaka di tiang teragung
Habis empat dekade, nada akrab kembali menggaung
Mengiringi rasa suka cita yang tak terhitung
Meski tertatih, tekadnya tegak dijunjung
8/6/2021
Hati Bening Asy-Syahiidah

0 komentar