?
Juni 21, 2021Kapas kelabu muntah habis-habisan
Genderang langit susul kedipan kilat
Jarum masih menuding tenggara tapi
sinar mentari tolak ikut aturan
Burung-burung lewat kalang kabut
Pohon mustahil bebas dari pancuran
Entah di mana lagi akan mengumpet
Selagi kuamati di bawah selimut
Datang merayap hina nan getir
Awang. Tumbuh bersama hangat
Dan di balik dindingku: yang seumur
harus sembunyi dari jepret petir
Baru muncul sudah diberi hasil
Sesama tiada pilihan dan kuasa
Berserah dari hasil yang dahulu
Apakah ini namanya adil?
Yang menulis naskah tertawa
Tahu aku tak bakal mampu paham
Kupelototi atap kamar bertanyatanya
Pun tangan kaki diam, tak garap apa
Hati Bening Asy-Syahiidah
Juni 2021

0 komentar