Folie à deux
Juli 11, 2021Kemarin kau bilang aku sudah jadi gila
Surga yang kita rangkai tak benar-benar ada
Setan sesungguhnya hanya ada di kepala
Dan aku membawamu jatuh ke dalamnya
Kau sudah jadi bagian dari mereka
Apakah ikrar malam itu sudah terlupa?
Tuk mencuci lahar ini bersama-sama
Bergandengan sampai dapat mahkota
Pengkhianat. Bajingan yang hina.
Aku bisa saja seharian menjeritkan cela
dan mengutukmu dengan segala jenis kata.
Pun yang kudapat hanyalah perih di dada
Semalam kepalaku nyeri rasanya
Suaramu tak berhenti berdering di sana
“Kau jerumuskan aku ke lubang neraka,
aku hampir sinting atas omong kosong belaka.”
Bagaimana kalau itu semua memang nyata?
Akulah banditnya. Penjahat di cerita kita
Kau kesakitan karena kutarik ke sebuah dunia
nan dalam, meski kau tak seharusnya di sana
Tapi tanpamu napasku tak punya harga
Di surga sendirian di pelukan Sang Hampa
Harus bersama. Sampai nanti duduk di tahta
Namun kini itu kebutuhanku seorang saja
Ini salahku. Aku merusak semuanya
Aku merusak kamu. Aku merusak kita
Kukira mereka setan, rupanya aku iblisnya
Jiwaku lah yang layak untuk menderita
Aku akan pergi. Keluar lewat jendela
Sudikah kau bantu untuk terakhir kalinya?
Tolong tarik pelatuknya sekarang juga
Satu, dua, tiga!
Juli 2021
livertransparan
_________
0 komentar