Distopia Hari Ini
Mei 09, 2021Essay Prompt: Explore how Bradbury's Fahrenheit 451 is relevant for today!
Fahrenheit 451 adalah novel karya Ray Bradbury yang mengisahkan dunia di masa depan, ketika semua sisi tembok rumah dilapisi layar-layar, tidak ada lagi yang berjalan kaki, dan petugas kebakaran berfungsi untuk membuat api, bukan sebaliknya. Dan yang harus mereka bakar adalah rumah-rumah yang penghuninya ketahuan menyimpan buku. Protagonis di buku ini adalah Montag, seorang petugas kebakaran yang diam-diam menyimpan buku-buku di dalam rumahnya.
Ray mulai menulis buku ini pada akhir tahun seribu sembilan ratus empat puluhan dan itu berarti masa-masa ujung kepopuleran televisi. Buku Fahrenheit 451 ini adalah tumpahan dari kecemasannya mengenai hal tersebut. Ketika manusia lebih memilih yang cepat, yang membuat attention span memendek.
Kerisauan itu ditunjukkan dengan kondisi masyarakat di dunia Fahrenheit 451. Semua hal yang membutuhkan fokus dan ketelatenan dianggap membuang-buang waktu. Buku-buku klasik panjang awalnya dijadikan video rangkuman sepuluh menit dan akhirnya dipotong menjadi satu-dua kalimat. Diceritakan pula bahwa tingginya populasi membuat hal-hal seperti film atau televisi amat sangat banyak dikonsumsi. Karena itu semuanya dibuat menjadi lebih gampang dan cepat: mutunya jadi jatuh seketika dan maknanya kosong. "Tapi aku tidak peduli. Aku hanya suka hiburan yang mantap."
Masalah attention span pendek sudah terlihat jelas hari ini. Kebiasaan scrolling sosial media mungkin berperan besar di sini. Rata-rata rentang perhatian manusia semakin menurun dan menurun dan begitu pula nilai mutu media tersebut. Film dan novel yang meromantisasi hubungan toxic, acara penuh kebohongan yang memenuhi kolom trending, bahkan video dan artikel rangkuman buku sudah bisa ditemukan dimana-mana, "Sekarang akhirnya Anda bisa membaca semua karya klasik; jangan mau kalah dengan tetangga Anda."
Tema besar lainnya di buku ini adalah sensor; Perbedaan pendapat yang harus langsung ditutup. Seperti yang disebutkan dalam pidato Faber, "Televisior itu mendiktekan apa yang harus kau pikirkan dan menyuarakan keras-keras. Berarti dia pasti benar. Kelihatannya benar. Dia mengantarmu begitu cepat ke kesimpulan-kesimpulannya sendiri sehingga otakmu tidak sempat memprotes, 'Omong Kosong!'"
Masyarakat di Fahrenheit 451 tidak diperbolehkan untuk memiliki pendapat lain atau tepatnya, tidak diberi pilihan untuk memiliki pendapat lain. Sekolah hanya mempelajari fakta dan tombol, pelajaran-pelajaran yang membutuhkan banyak diskusi dan pembahasan seperti filsafat dan bahasa dimusnahkan. Pilihan politik hanya membuat orang bingung, buat mereka lupa dan tidak perlu khawatir. Sebelum semua hal itu, langkah utamanya adalah melarang buku secara total yang disebutkan menunjukkan terlalu banyak sisi. "Buku memperlihatkan pori-pori di wajah kehidupan. Orang-orang yang nyaman hanya menginginkan wajah mulus, tak berpori, tak berbulu, tak berekspresi."
Televisi di buku ini mungkin lebih cocok dibandingkan dengan sosial media sekarang. Perbedaan pendapat menjadi sangat sensitif sehingga hampir mustahil untuk mendiskusikan sesuatu tanpa berakhir menjadi argumen tajam. Pihak sosial media juga bisa dengan mudah membasmi akun orang-orang yang memiliki perbedaan pendapat. Begitu pula dengan sekolah, semua harus sama dan dihafalkan sesuai dengan buku yang ada di atas meja. Kalau ingin dapat nilai yang bagus, tidak boleh memiliki jawaban yang berbeda.
Menurut ucapan Beatty, seorang pemimpin petugas kebakaran di dalam buku ini, hal tersebut bertujuan untuk membuat orang merasa tentram dan damai. Semakin sedikit pendapat dan ide yang berbeda, semakin sedikit orang yang tidak puas. Ketiadaannya pilihan membuat tidak ada yang bisa membandingkan dan memprotes. Tidak ada kericuhan, dan tinggal ada kebahagiaan.
Namun tidak ada yang benar-benar bahagia. Setelah bertemu Clarisse yang perilakunya dianggap aneh dan gila, Montag mulai mempertanyakan kebahagiaannya. Mildred istri Montag ditunjukkan melakukan percobaan bunuh diri di awal buku, dan sang petugas kesehatan menuturkan bahwa ini kejadian yang lumrah. Montag semakin menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang. Orang-orang malang itu mengira sedang berbahagia saat mereka sebetulnya hanya ada di bawah ilusi.
"Tentu saja aku bahagia. Dikiranya apa? Bahwa aku tidak bahagia? dia bertanya kepada ruang-ruang yang sunyi."
Meskipun semua yang ditulis Bradbury adalah hasil imajinasi, banyak sekali hal-hal di bukunya yang sangat relevan pada saat ini. Kalau dipikir-pikir lagi, sebetulnya sangat mengerikan karena Fahrenheit 451 memang bergenre distopia yang dalam kamus Oxford artinya "Tempat dan keadaan imajiner di mana segala sesuatu sangat buruk dan tidak mengenakkan".
Fahrenheit 451 tidak memiliki antagonis yang jelas seperti The Hunger Games dan buku distopia pada umumnya. Yang salah di buku itu adalah masyarakat dan sistemnya. Mungkin juga begitu kondisi sekarang, dan akan sangat sulit untuk berubah. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah kesadaran bahwa ada sesuatu yang salah, karena itu awal mula cerita Montag pula.
Senin, 10 Mei 2021
Hati Bening Asy-Syahiidah

0 komentar