di atas langit: sebuah prosa

Maret 19, 2021



Saat itu, Tuhan sedang berbahagia.
Menyenandungkan sajak dan gita, sembari melukiskan dua mata yang bercahaya. Beliau juga menghiasinya dengan alis yang halus dan hati yang tulus. Dengan hati-hati, dibuat jiwanya setangguh besi, dan kata-katanya tegas meski terdengar secantik melodi. 

Pelan-pelan, digenggamnya makhlukNya, lalu mendeklarasikan bahwa, "yang ini kesayangan saya."
Dengan cakap Beliau bercerita, tentang pelajaran apa yang akan diberiNya. Dan dengan tawa bangga, menyerukan seberapa hebat ia menghadapinya.

Tuhan merajut jiwanya dengan benang. Sambil membisikkan ribuan bahasa kasih sayang, juga napas yang teramat tenang. Satu, dua, tiga, dan jiwa itu akan memusnahkan semua dendam semudah meniup alang-alang!

Setelah puas, Beliau meniupnya tanpa cemas. Dibayangkan kelak di sana, anak ini akan berkaca dengan bahagia. Tersenyum lalu menengadah sambil berkata, "Terimakasih, aku indah!"


Ditulis untuk Arletta Ola, Februari 2021

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------



You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Most Popular