Flash Fiction: Perahu | Hati Bening Asy Syahiidah

April 29, 2020




[Paganini's Violin Concerto No.6 In E Minor start playing]

Perahu
(a flash fiction)


“Hei, sebentar lagi musim panas, nanti ajari aku berenang ya?”

     Sudah berkali-kali ia memintaku untuk mengajarinya. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin. Aku malas. Namun dia termasuk teman dekatku, jadi aku selalu memilih untuk menjawab; “Yah, lihat saja nanti. Semoga aku tidak sibuk.”

     Setiap akhir pekan, ia akaan selalu meneleponku untuk memastikan apakah aku bisa mengajarinya berenang hari itu. Aku punya banyak persediaan alasan untu menolaknya. Ia tak pernah marah ataupun protes. Terkadang aku merasa bahwa sebenarnya dia tahu bahwa aku selalu berbohong.

     Hari Sabtu yang cerah, awal bulan Juni, tiba-tiba ia menelepon dan mengajakku naik perahu di danau pinggir kota berdua. Ia sudah menyewa perahu paling indah dari jauh-jauh hari agar bisa memutari danau selama beberapa jam. Katanya, aku bisa mengambil banyak foto untuk diposting di sosial media.

      Ayolah, siapa yang suka berdiam sambil melihat air yang tidak bergerak. Dan menurutku, danau adalah tempat foto yang membosankan. Akhirnya, aku menolak dengan alasan harus menjaga adikku di rumah karena orang tua kami bekerja. Itu alasan yang sangat tidak masuk akal, karena adik laki-lakiku sudah berusia dua belas tahun dan akan baik-baik saja jika tinggal di rumah sendirian. Seharunya ia tahu bahwa aku hanya mengarang alasan. Aku ingin ia bereaksi.

     Tapi dia tidak marah. Selan tarikan napas panjang, tidak ada nada kesal sedikitpun keluar dari mulutnya. Awalnya aku heran, namun akhirnya melupakannya beberapa saat kemudian.

      Sekarang aku hanya bisa menyesali perbuatanku sambil berandai-andai. Perasaan sedih, marah dan merasa bersalah tercampur menjadi satu.

Andaikan saja aku ikut bersamanya.
Andaikan saja aku mengajarinya berenang.
Andaikan saja aku tidak bodoh.

      Perahu itu memang indah, tapi karena itu adalah perahu yang paling sering disewa, kayunya mulai rapuh dan mudah terbalik apabila tidak seimbang.

        Ia tenggelam di danau. Tubuhnya tidak ditemukan.
            


[Slow and soft violin plays]
--------

Hati Bening Asy-Syahiidah
April 29th, 2020
           


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Most Popular